Delapan Organisasi Pers Lamtim Gelar Aksi Sosial HUT RI ke-81, Soroti Minimnya Kehadiran Pemkab

oleh -18 Dilihat
banner 468x60

Tiraiberita.com | LAMPUNG TIMUR – Delapan organisasi pers yang tergabung dalam wadah bersama insan pers Lampung Timur, menyampaikan kekecewaan atas ketidakhadiran sejumlah unsur Pemerintah Kabupaten Lamtim dalam kegiatan sosial berupa donor darah dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Delapan organisasi pers tersebut tersebut terdiri dari SMSI, JMSI, IWO, FJHLT, KWRI, PWSI, AWPI, dan PWLT.

Kegiatan sosial tersebut digelar pada 26–27 Agustus 2026 dan diinisiasi bersama oleh delapan organisasi pers sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa insan pers tidak hanya berperan dalam mencari, menulis, dan menyajikan berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

banner 336x280

Juru bicara delapan organisasi pers yang juga Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Lampung Timur, A. Zohiri, yang akrab disapa Azohirri mengatakan, kegiatan tersebut telah direncanakan jauh hari. Menurutnya, kegiatan semula dijadwalkan pada 15–16 Agustus 2026. Namun, jadwal kemudian diubah karena bertepatan dengan sejumlah agenda lain yang cukup padat.

Perubahan jadwal tersebut, kata Azohirri, dilakukan agar kegiatan sosial dapat berlangsung dengan baik. Namun, di luar dugaan, pada waktu pelaksanaan justru terdapat agenda Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Lampung Timur.

“Kami sebenarnya cukup kecewa, karena kegiatan ini sudah kami sampaikan dan persiapkan jauh-jauh hari. Kami berharap pemerintah daerah dapat hadir dan memberikan dukungan secara langsung. Namun, pada saat pelaksanaan ternyata ada agenda pemerintah lainnya,” ujar Azohirri dalam sambutannya.

Meski demikian, Azohirri menegaskan, bahwa ketidakhadiran Bupati Hj. Ela Siti Nuryamah maupun Wakil Bupati Lamtim Hi. Azwar Hadi, S.E., M.Si. tidak serta-merta menunjukkan, bahwa pemerintah daerah tidak memberikan perhatian terhadap kegiatan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima, Bupati Lampung Timur saat itu memiliki agenda pembahasan dan pengesahan tata ruang atau RTRW Kabupaten Lampung Timur di gedung DPRD.

Sementara sejumlah pejabat eselon III dan IV juga disebut memiliki agenda lain di Bandar Lampung. Bukan Menjadi Lawan Pemerintah
Azohirri menegaskan, kegiatan yang dilaksanakan delapan organisasi pers bukanlah kegiatan untuk berhadap-hadapan dengan pemerintah daerah.

Sebaliknya, kegiatan tersebut merupakan bentuk keinginan insan pers untuk menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Delapan organisasi ini bukan dibentuk untuk menjadi musuh pemerintah. Justru kami ingin menjadi mitra, memberikan pemikiran, karya tulis dan kontribusi yang positif untuk kemajuan Kabupaten Lampung Timur,” tegasnya.

‘Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital membuat peran media semakin besar. Informasi saat ini dapat tersebar dengan cepat melalui berbagai platform, mulai dari Facebook, YouTube, TikTok, hingga media sosial lainnya. Karena itu, menurut Azohirri, insan pers perlu ikut menjaga iklim informasi yang sehat, berimbang, konstruktif, dan bertanggung jawab.

“Tujuan kami sangat sederhana. Wartawan jangan hanya dikenal karena menulis dan menyajikan berita. Wartawan juga harus mempunyai jiwa sosial sehingga keberadaannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan donor darah dan santunan kepada anak yatim. Kegiatan itu diharapkan menjadi bukti bahwa insan pers memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat.

Apresiasi untuk Pihak yang Mendukung

Azohirri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk unsur pemerintah, TNI, Polri, kejaksaan, kecamatan, serta berbagai pihak lainnya.

“Ia menyebut kegiatan sosial tersebut tidak semata-mata bergantung pada bantuan pemerintah. Sebagian kebutuhan kegiatan diperoleh dari dukungan berbagai pihak, termasuk bantuan dari Dinas Pendidikan sekitar Rp1,5 juta dan Sekretariat DPRD (Sekwan) sebesar Rp500 ribu, dari Kejaksaan Lamtim 2,5 juta, Koprasi Berkah batu timur sebesar 6 juta, Kabag Umum memfasilitasi kegiatan serta dukungan dari rekan-rekan jurnalis.

“Acara ini terlaksana karena kebersamaan. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, termasuk kawan-kawan jurnalis yang ikut bergotong royong sehingga kegiatan ini bisa terlaksana,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Azohirri mengajak seluruh organisasi pers di Lampung Timur untuk terus menjaga kekompakan sekaligus membangun hubungan kemitraan yang sehat dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

“Ia berharap setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan insan pers. Menurutnya, kegiatan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat perlu diinformasikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui berbagai program dan pembangunan yang telah dilakukan pemerintah daerah.

“Kalau memang kegiatan OPD dikomunikasikan dengan baik, melalui satu pintu informasi yang jelas, kemudian disampaikan kepada media, masyarakat akan mengetahui bahwa pemerintah juga bekerja dan berbuat untuk masyarakat. Ini yang kami harapkan,” ungkapnya.

Pers Tetap Jalankan Fungsi Kontrol Sosial

Azohirri menambahkan, kerja sama antara pemerintah dan pers sangat penting untuk membangun citra positif Kabupaten Lampung Timur. Pemberitaan yang konstruktif, kata dia, juga dapat membantu memperkenalkan berbagai potensi daerah sehingga mampu menarik minat investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa media tetap memiliki fungsi kontrol sosial. Kritik terhadap pemerintah tidak boleh dihilangkan, tetapi harus disampaikan secara profesional, proporsional, berdasarkan fakta, serta memiliki tujuan membangun.

“Kami bukan berarti tidak boleh mengkritik pemerintah. Kritik tetap diperlukan. Tetapi kritik itu harus menjadi kritik yang membangun, memberikan solusi, dan tidak semata-mata untuk menjatuhkan,” jelasnya.

“Ia juga meminta agar tidak ada pihak yang menyampaikan informasi secara sepihak kepada pemerintah mengenai keberadaan delapan organisasi pers tersebut.

Menurutnya, keberadaan wadah bersama itu justru bertujuan membantu pemerintah dalam menjaga komunikasi publik serta menciptakan suasana yang kondusif di Kabupaten Lampung Timur.

“Saya berharap jangan ada informasi sepihak yang kemudian membuat pemerintah salah memahami niat kami. Kami menyatukan delapan organisasi ini bukan untuk membuat masalah atau menjadi lawan pemerintah. Kami ingin bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi Lampung Timur,” tegasnya.

Azohirri yang pernah memiliki pengalaman sebagai anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur juga menyatakan memahami dinamika pemerintahan dan kondisi daerah. Karena itu, ia berharap komunikasi antara pemerintah dan organisasi pers dapat terus diperbaiki tanpa adanya prasangka.

Menurutnya, pada era digitalisasi seperti sekarang, kolaborasi antara pemerintah dan media menjadi semakin penting. Pemerintah membutuhkan media untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, sementara media membutuhkan keterbukaan informasi agar dapat menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.

Momentum Mempererat Kebersamaan
Dalam rangkaian kegiatan

memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut, selain donor darah dan santunan anak yatim, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan kebersamaan dan perlombaan masyarakat, termasuk lomba permainan tradisional serta pembagian door prize. Azohirri menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, jajaran organisasi pers, para jurnalis, serta seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung kegiatan tersebut.

Ia berharap, kegiatan sosial yang dilakukan delapan organisasi pers dapat menjadi agenda berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Lampung Timur.

“Kami ingin menunjukkan bahwa insan pers juga bisa hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memberikan sesuatu yang dapat dirasakan, bukan hanya melalui pemberitaan, tetapi melalui kegiatan sosial secara langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Azohirri mengajak seluruh insan pers untuk terus menyajikan pemberitaan yang positif, kritis, berimbang, dan bertanggung jawab. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menjaga suasana pembangunan daerah agar tetap kondusif.

“Kita bersama-sama membangun Lampung Timur. Pemerintah, pers dan masyarakat harus saling mendukung. Kalau Lampung Timur ingin maju, kita harus kompak dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang masing-masing,” pungkas Azohirri.

Kegiatan donor darah dan santunan anak yatim tersebut sekaligus menjadi momentum bagi delapan organisasi pers untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat komitmen menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan Kabupaten Lampung Timur.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.