Sarung Tangan Nyasar ke Piring MBG: SOP Keamanan Pangan SPPG Yosorejo 2 Dipertanyakan

oleh -88 Dilihat
banner 468x60

Tiraiberita.com | METRO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi sorotan. Kali ini, persoalannya bukan soal menu, porsi atau rasa, melainkan benda asing yang ditemukan di dalam wadah makanan.

Murid dan guru di salah satu SMPIT di Kota Metro dilaporkan menemukan sarung tangan lateks di dalam wadah MBG yang disebut didistribusikan dari dapur SPPG Yosorejo 2, Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur.

banner 336x280

Temuan tersebut menjadi alarm serius. Sebab, sarung tangan yang semestinya menjadi alat pelindung untuk menjaga higiene dalam proses pengolahan makanan justru diduga berakhir di dalam makanan yang hendak dikonsumsi siswa.

Pertanyaan publik pun menjadi sulit dihindari: kalau sarung tangan saja bisa masuk ke wadah makanan, bagaimana proses pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan?

Informasi yang beredar menyebutkan SPPG Yosorejo 2 masih tergolong baru beroperasi dan melayani distribusi MBG ke sekitar sembilan titik. Kondisi ini semestinya menjadi alasan untuk memperketat pengawasan, bukan justru memberikan ruang bagi celah prosedur.

Dalam penyelenggaraan MBG, aspek gizi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Keamanan pangan, higiene, sanitasi, pengolahan, pengemasan hingga distribusi merupakan mata rantai yang tidak boleh putus.

Sebab makanan yang bergizi tetapi terkontaminasi atau mengandung benda asing tetap bukan makanan yang layak diberikan kepada anak-anak.

Temuan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai quality control sebelum makanan meninggalkan dapur SPPG. Apakah setiap wadah benar-benar diperiksa? Apakah petugas melakukan pengecekan akhir? Apakah prosedur penggunaan dan penggantian sarung tangan diterapkan secara disiplin?

Atau jangan-jangan SOP hanya rapi di atas kertas, sementara pelaksanaannya masih longgar?

Yang lebih mengkhawatirkan, hingga berita ini dirangkum pengelola SPPG Yosorejo 2 belum memberikan penjelasan mengenai temuan tersebut.

Padahal klarifikasi sangat penting untuk memastikan duduk perkara. Apakah benar benda tersebut merupakan sarung tangan yang digunakan dalam proses pengolahan? Pada tahap mana benda itu bisa masuk? Apakah makanan dalam satu batch telah diperiksa? Dan tindakan korektif apa yang dilakukan?

Publik tidak membutuhkan pembenaran tergesa-gesa. Publik membutuhkan transparansi dan jaminan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman.

MBG adalah program besar yang menyangkut kepentingan anak-anak. Karena itu, standar pelaksanaannya tidak boleh diturunkan menjadi sekadar “makanan sudah sampai ke sekolah”.

Satu benda asing mungkin terlihat kecil.

Tetapi jika benda tersebut ditemukan di dalam makanan, yang dipertaruhkan bukan hanya satu kotak MBG—melainkan kepercayaan terhadap sistem pengawasan seluruh dapur penyedia makanan.

Kini bola berada di tangan pengelola SPPG dan pihak terkait.

Jelaskan. Periksa. Evaluasi. Jangan biarkan sarung tangan yang nyasar menjadi tanda bahwa pengawasan juga ikut “nyasar”.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.