Kabag Umum Setda Metro Bungkam, Anggaran Jamuan Dan ATK di Tengah Efisiensi Jadi Sorotan

oleh -192 Dilihat
banner 468x60

METRO – Komitmen Pemerintah Kota Metro terhadap kebijakan efisiensi anggaran kembali dipertanyakan. Di saat berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta menekan belanja, Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Metro justru menjadi sorotan atas besarnya anggaran belanja makanan dan minuman jamuan tamu yang secara akumulatif mencapai sekitar Rp2 miliar dan dilaksanakan secara bertahap hingga tahap III.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bagian Umum Setda Kota Metro, Septinawati, belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang disampaikan wartawan mengenai rincian penggunaan anggaran tersebut.

Sikap bungkam tersebut memunculkan pertanyaan publik. Jika pemerintah sedang menerapkan efisiensi anggaran, kegiatan jamuan seperti apa yang membutuhkan belanja hingga miliaran rupiah? Berapa jumlah kegiatan yang dilaksanakan, siapa pesertanya, serta bagaimana rincian penggunaan anggaran tersebut?

banner 336x280

Sorotan tidak berhenti pada belanja jamuan tamu. Data anggaran juga menunjukkan adanya belanja Alat Tulis Kantor (ATK) dengan nilai sekitar Rp700 juta. Besarnya anggaran tersebut dinilai perlu dijelaskan kepada publik agar tidak menimbulkan persepsi bahwa kebijakan efisiensi hanya menjadi slogan tanpa diterapkan secara konsisten.

Transparansi menjadi kewajiban setiap penyelenggara pemerintahan. Ketika anggaran yang digunakan bersumber dari APBD, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui dasar perencanaan, mekanisme pengadaan, hingga realisasi penggunaannya.

Di tengah munculnya berbagai pertanyaan tersebut, beredar informasi bahwa terdapat upaya agar pemberitaan mengenai anggaran di Bagian Umum Setda Metro dihentikan atau dicabut.

Situasi ini menjadi ujian bagi komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Wali Kota Metro diharapkan memastikan setiap perangkat daerah kooperatif terhadap permintaan informasi publik serta memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sejumlah pertanyaan yang hingga kini masih menunggu jawaban antara lain:

Apa dasar kebutuhan belanja makanan dan minuman jamuan tamu hingga mencapai sekitar Rp2 miliar?

Berapa jumlah kegiatan yang dibiayai dan siapa saja penerima manfaatnya?

Mengapa belanja ATK mencapai sekitar Rp700 juta di tengah kebijakan efisiensi?

Bagaimana mekanisme pengadaan pada setiap tahap pelaksanaan?

Mengapa konfirmasi wartawan belum dijawab hingga saat ini?

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bagian Umum Setda Kota Metro belum memberikan tanggapan. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.